Yang terlahir kaya, namun terlewat untuk ditempa dengan kerja keras. Yang terlahir pas-pasan, dianugerahi kesempatan untuk berusaha dan merasakan sendiri hasil keringatnya, namun pada akhirnya juga akan menabrak batas trans[aran yang tidak bisa ditembus kecuali memang engkau mewarisinya.
Dunia menengah keatas yang sebenarnya adil. Yang satu dianugerahi kunci, yang satu dianugerahi kemampuan untuk bisa menggunakan kunci tersebut. Namun sayangnya dua dunia ini seringkali tidak dipertemukan. Yang mewariskan kunci ditengah nyamannya hidup, pada akhirnya hanya membiarkan kunci tersebut menggantung tanpa pernah ada yang bertanya atau terpikirkan: “pintu apa yang bisa kusuka dengan kunci-kunci ini?”
Si menengah yang berkelana ke sana kemari, mempelajari ini itu untuk menemukan pintu-pintu tersembunyi di semesta yang mungkin ketika dibuka bisa membawa kebaikan bagi lebih banyak manusia.. namun.. apa gunanya seribu pintu pun, bila tak ada satupun yang bisa dibuka?
Si pengelana penemu seribu pintu, dan si pemalas dengan segala kunci yang ia miliki. Andai saja kita bisa saling bertemu, biarlah engkau duduk manis di kursi yang bahkan harganya melebihinya harga diriku, biar kupinjam sebentar kuncimu untuk ku buka pintu-pintu untuk yang mungkin bisa membawaku dan anak-anak ku ke posisi seperti mau sekarang. Dan akan ku lempar kembali kunci keparat mau kembali padamu.
Dan kepada si manusia yang terlahir di bawah, hidup dalam ruangan kecil, tanpa tau apa yang ada di luar sana. Hidup sehari demi sehari, menunggu ajal menjemput.
Dah.

No Comments.