Manusia Kontekstual

gravatar
 · 
September 25, 2023
 · 
4 min read

Pelajarn hari ini akan menjelaskan tentang konteks yang berasal dari segitiga semiotika: Konteks - Konten - Form. 

Form & konten bisa sama, namun berbeda konteks bisa jadi gak nyambung.

Contoh ya…

Belhoma, ini adalah sebuah produk side job saya. Konsep besarnya adalah 100% handmade, termasuk grafisnya juga semuanya digambar manual pointilis, gk ada yang pake font. packaging nya biar makin berasa handmadenya kita tambahin kain, jadi kliatan craftmanshipnya.

Bagus gak? sebagian besar pasti bilang bagus yak.. iyalah sungkan, dibelakang cih sok ide. WKWKWK canda canda..

Tapi kalau ini saya bilang ini brand komersil yang dijual di supermarket, margin 20-30% per SKU. Kira-kira konsep ini masih bagus gk? visual yes bagus, tapi secara bisnis? amburadul fix gk akan untung. labor worknya gimana? mana bisa maen mass produce.

Namun karena ini konteksya kerjaa sampingan, tempat saya lari dair ruitinitas, konsep ini jadi make sense. Coba konsep yang gak mungkin bisa dibuat saat ada di project client profesional yang perlu dipikirkan.

Nah disini kita belajar, konteks matters.

Konsep bisa keren, gk sesuai konteks tetep bubar. 

Kalau bahas segitiga semiotika ini bisa dalem, tapi hair ini kita bakal belajar 3 hal bagaimana jadi manusia yang bisa melek konteks. 3 cara ini praktis dan praktikal semoga bisa temen-temen bisa lgsg aplikasiin even hari ini..

  1. Jangan percaya intuisi kalau belum terlatih, selalu biasakan diri untuk riset terlebih dahulu.

    Kebiasaan orang kreatif adalah, ketika dapet brief langsung otaknya berkelana kesana kemari. Langsung ada ide ini dan itu. Tapi apakah idenya relevan? belum tentu. Sebelum mengotakan diri dengan ide coba kita perluas terlebih dahulu sudut padang kita, ada beberapa tools marketing yang bisa kita pakai, tapi yang paling dasar: 4P

    Produk: Produk nya apa, kelebihannya apa, keterbatasannya apa. coba ambil waktu untuk experience sendiri produknya, cobain kompetitor, dan riset di internet, siapa yang biasa butuh atau pakai produk ini?

    Price: Ini harga produknya masuk kategori apa di kategorinya? Cheap, affodable, affordable premium, premium, luxury, ultra luxury? bagaimana hubunga harga dengan produk yang ada, bagaimana cara menjustifikasi harga dengan produk?

    Place: Karya yang akan kita buat akan diletakan dimana? Online atau offline? Platform apa? Reels/Tiktok video yang potensial aja bisa berbeda. Poster dalam lift dan poster di depan toko juga akan berbeda.

    Promotion: Strategi promosinya bagaimana? Target audiensnya siapa? Brand tone of voicenya seperti apa? behavior target audiens kita gimana? Hal apa yang paling gampang ditangkep mereka?

    ______________________

    Tambahan kalau mau jadi 7P: People, Physical Evidence, Process.
    Good to know, biasa ini orang marketing yang harus difine.
  2. Mengerti Objektif dan Intensi.

    Kenapa client rela spend uang untuk bayar kita? Objektif mereka apa sih? kebanyakan ya cuan.

    Kita harus tau betul sebenarnya objektif yang ingin dicapai dari karya kita tuh apa sih?

    Mungkin brief sederhana ya misalnya buat konten social media. Tapi sebenarnya objektifnya kan harus jelas ini konten buat awareness, consideration, atau conversion?

    Awareness, yang penting viral banyak yang liat, mungkin designnya bisa dibuat lebih humoris agar lebih ringan dan gak berat untuk orang share.

    Consideration, info harus dilayout dengan rapih, hirarki harus diusahakan seenak mungkin, supaya walau koten banyak orang bisa tetep engage dan gk skip.

    Conversion. Produk harus terlihat menggoda, kalau ada promo, promo harus keliatan jelas.

    Misalnya orang brief untuk kita bikin packaging. Harus ngerti juga nih objektif nya apa? Apakah pengen buat suasana baru, pengen bikin produk terlihat lebih elegan untuk justify harga? Atau sekedar fokus untuk lindungin produk yang udah punya nilai jual tinggi?

    Okey objektif packagingnya supaya kasih kesan first impression baik ke customer. tetep harus ada 4P tadi kan bagian promotion, ini promosi ditujukan ke siapa. Orang tua diksih packaging BB bisa bingung ini kok jorok amat nota miring-miring, diksh ke warga jaksel uwah piece of art amazing avant garde.

    Contoh balik ke belhoma kita akhirnya ubah pacakging biar gk terlalu centil, supaya orang ingetnya sama produk kita bukan sama packaging kita.
  3. Berteman dengan alternatif, melihat alternatif sebagai tools mendalami konteks.

    Banyak jalan menuju roma, jalur yang mana yang paling tepat dan rewarding? balik lagi ke pribadi masing-masing. Sebagai designer karya kita bukan milik kita. Kalau kamu penjual eskrim, kamu buat eskrim, yang makan eskrim siapa? orang lain toh, emang kita baper klo eskrim kita dimakan orang kaga kan?

    Kita kadang terlalu attach sama karya kita, sampai lupa kalau karya kita ya milik client kita. Walau ya jelas karya kita tetap bisa jadi semacam harga diri bagi kita, tapi yang akan pakai tetap client kita. Kita memberi solusi, mereka yang ambil keputusan.

    Memberikan alternatif yang tentunya berbeda adalah tools supaya ktia bisa mempelajari keinginan client kita. Dan tentunya setiap alternatif harus tetap melewati pertimbangan 4P dan juga objektifnya. Alternatif juga bisa menantang diri kita sendiri untuk bisa melakukan design thinking dengan lebih kritis lagi, dan menimbang kira-kira alternatif mana yang paling tepat untuk solve problem tertentu.


Kesimpulannya:

Mendalami konteks membantu kita untuk bisa merancang form & konten yang tajam untuk bisa menyelesaikan masalah yang spesifik juga. Jangan sungkan untuk bertanya, mengambil waktu untuk medalami konteks sebelum melakukan eksekusi. Daripada kita terlanjut eksekusi, lalu effort kita terbuang cuman karena ternyata konteks nya tidak sesuai dengan si pemberi brief.vv

Comments

No Comments.

Leave a replyReply to

A Brand Building Company

 

hello@studioyord.com - Inquiry Form
Jl. Surya Bahagia 1 no. 56, Sunrise Garden, Kedoya, Kebon Jeruk, Indonesia.

 

hello@studioyord.com - Inquiry Form
Jl. Surya Bahagia 1 no. 56, Sunrise Garden,
Kedoya, Kebon Jeruk, Indonesia.

 


All rights reserved PT. Tirta Karya Asa - Studio Yord

 

All rights reserved PT. Tirta Karya Asa - Studio Yord