Logo tuh seperti manusia
Selamat si Logo lahir ke dunia, hasil desain dari design agency beken di ibukota. Si logo bagaikan angin segar bagi sang orang tua, jadi bahan puja-puji teman-teman dan kerabat. Bersama dengan kelahirannya, sang dokter juga menserta sebuah pandual kecil bagaimana membesarkan anak ini.
Satu tahun, dua tahun berlalu.. Euoforia kelihar si logo mulai memudar. Si orang tua logo tersebut mulai bertanya-tanya.. Hmmm.. gimana ya supaya anak ini bisa sesukses anak-anak diluar sana.
si orang tua brand mulai ngutak ngatik sendiri penampilan si anak ini berdasarkan apa yang ia lihat diluar.
3 tahun 4 tahun berlalu, si anak mulai tumbuh dewasa. Namun… sang orang tua merasa ada yang aneh dengan si anak ini.. walau ia ya normal sih sama seperti dengan anak-anak diluar sana, tapi kenapa ia tidak lagi jadi puji-pujian seperti saat pertama kali ia lahir ya? Apakah anak ini mulai bertumbuh tanpa menghidupi jati dirinya?
ditengah kegalauan si orang tua ia menemukan kembali buku panduan awal yang diberikan oleh sang desainer ketika si anak lahir; disinilah titik terang pencerahan sang orang tua dan si anak berawal.
Sang orang tua mulai mulai mempelajari buku tersebut dan belajar disiplin melakukan apa isi panduan tersebut. Dari menggunakan warna baju yang selalu serupa, style yang serupa, dan bahkan cara betutur yang khas.
Anak ini selalu dibawa orang tuanya kemanapun ia pergi. kedalam konferensi, kedalam bazaar, dimanapun si orang tua menuai kemenangan, anak ini ada disebelahnya.
karena style anak yang “konsisten” anak ini mudah untuk diingat banyak orang. Setiap reputasi yang dimenangkan orang tua mulai diasosiasikan dengan si anak ini. Well.. anak ini mulai menjadi simbol kesuksesan orang tuanya.
Kini tanpa hadirnya si orang tua, bahkan si Anak sudah bisa berbicara sendiri, menawarkan nilai, memberikan janji manis kepada orang-orang disekitarnya.
Si anak bersyukur, karena orang tuanya memberikan dia waktu untuk bertumbuh, waktu untuk mendampingi orang tua di dalam setiap kesuksesan serta kebahagiaannya. Dan terlebih: memberikan dia ruang untuk bertumbuh sesuai dengan jati dirinya.

No Comments.