2022 telah menjadi tahun yang unik. Semacam tahun kebangkitan bari kebanyakan orang, tahun pemulihan sehabis habis-habisan dihajar oleh virus yang bahkan tak kasat mata. Di tahun ini, yord berhasil melewatinya dan bahkan berevolusi; dari studio desain grafis menjadi… creative studio? dari yang berjumlah 9 orang kini kita sudah mencapai 20. Sebuah pencapaian, benar. Namun kami lebih melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan tanggung jawab yang diberikan semesta bagi kami.
Quotes klasik dari dunia super hero: “Great power comes with great responsibility.”. Kini Yord sudah menjadi paket lengkap dengan orang-orang yang memiliki ekspertise-nya sendiri; dari ops manager, creative director, designer, producer, motion grafis, editor, content strategist, dll. Kapabilitas kita kini seolah bermultiplikasi, apa aja yang menjadi tantangan seolah bisa kita selesaikan. Namun selayaknya gudang persenjataan lengkap, sebelum dibawa perang perlu untuk dipelajari, diasah, dan dipersiapkan dengan strategi yang sesuai. Kesadaran inilah yang menjadi dasar dari tema besar tahun kita: Tahun Belajar & Tahu Diri.
Kita sekumpulan manusia ajaib yang masih muda, masih baru memasuki industri kreatif ini. Muda bisa mejadi kekuatan kita, namun bisa juga jadi batu sandungan bagi diri kita sendiri. Muda berarti kita mampu memasuki industri dengan menawarkan perspektif yang berbeda, cara kerja yang berbeda, dan juga solusi yang berbeda. Kita menjadi angin segar dari industri kreatif di Indonesia. Namun apakah “perbedaan” yang kita bawa bisa menjadi kontribusi positif bagi masyarakat? Inilah yang perlu kita renungkan dan terus pelajari.
“Confusion brings humility, while Conclusion bring arrogance.” - Seth Guru.
- Seek knowledge, never conclude.
Masi muda berarti diri kita masih memiliki ruang yang sangat luas untuk bertumbuh. Masih banyak hal yang bisa kita pelajari dan memperkaya diri kita dengan pengetahuan. Mengkonklusikan mana yang baik dan benar ketika kita muda hanya akan menutup diri kita untuk bertumbuh lebih lagi. Orang sering bilang untuk jangan larut dalam kegagalan, namun kadang kesuksesanlah yang jadi biang kerok yang membuat kita menjadi arogan dan menutup diri atas pertumbuhan.
Terus beri ruang untuk diri kita bertumbuh. Biarkan diri kita terbuka lebar dan terekspos akan pelajaran baru yang bisa datang dari mana saja: Pengetahuan numpang lewat di sosial media, buku yang kamu baca, feedback client, serta saran & teguran dari atasan.
Biarkan cara pandang kita terhadap dunia terus bertumbuh dan berkembang, kita masih muda, belum saatnya mengkonklusikan mana yang baik dan buruk. Karena bisa saja konklusi kita hari ini, hanya benar bagi diri kiti dan bagi saat ini. Bukan untuk orang banyak dan masa-masa yang akan datang.
- Peka terhadap fase diri sendiri.
Shu-Ha-Ri adalah sebuah konsep yang dipakai oleh ilmu bela diri jepang yang menggambarkan fase belajar menuju mastery.
Shu (Follow the Rule) Fase dimana seorang murid mematuhi setiap arahan dari gurunya. Mematuhi dengan presisi setiap pelajaran dan arahan yang diberikan kepadanya, mereka fokus untuk menyelesaikan setiap perintah dengan baik dan sempurna. Di fase ini, seorang murid tidak terlalu membebani pikirannya dengan alasan, itensi, serta teori dibalik setiap arahan yang diberikan, namun mereka fokus untuk bisa melakukan setiap arahan dengan sebaik mungkin dan setepat mungkin sesuai dengan arahan gurunya.
Fokus: Melakukan arahan dengan presisi dan sempurna.
Ha (Bend The Rule) Lebih dari sekedar mengerjakan arahan, sang murid mulai mempelajari alasan, intensi, dan teori dibalik arahan dari sang Guru. Mengapa solusi ini disarankan untuk menyelesaikan masalah ini? Kenapa solusi ini dipilih ketika sebenarnya ada solusi lain untuk menyelesaikan masalah ini? Apakah ada cara yang lebih efisien untuk menyelesaikan masalah ini? Setiap pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang akan membawa kita berkembang dari seorang eksekutor menjadi seorang yang bahkan bisa mengerti alasan dari hal yang mereka eksekusi. Fase ini juga akan dilalui dengan mulai mencari pengetahuan dari guru-guru yang lain, dan bahkan mengintegrasi berbagai jenis pengetahuan untuk bisa membuat solusi baru yang bahkan lebih baik dari ajaran sang guru.
Fokus: Mempelajari dan mengerti teori serta intensi di balik solusi yang ada, memperluas perspektif dari sumber pengetahuan lain.
Ri (Be the Rule) Pada fase ini seseorang tidak lagi belajar dari guru-guru spesifik, namun merekalah yang bereksperimentasi dan belajar dari hasil eksperimentasi tersebut. Merekalah yang akan merancang metodologinya sendiri dalam menyelesaikan masalah yang ada. Beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk membawa kemajuan bagi teori serta pembelajaran yang selama ini ia pelajari. Orang-orang yang telah mencapai fase ini lah yang kemudian akan mungkin untuk membimbing orang lain dalam perjalanan mereka mencapai mastery.
Fokus: Melakukan evaluasi serta pembelajaran dari setiap solusi yang diciptakan demi merumuskan sebuah metodologi baru yang mampu beradapatasi dengan perkembangan zaman/keadaan yang sedang mereka hadapi. Mampu memanfaatkan dan mengkombinasikan setiap pengetahuan dan teori yang ada untuk menjawab suatu konteks spesifik.
Tahun ini, ketahuilah di fase mana kita sedang berdiri. Apakah kita masih ada di fase dimana kita harus taat dan fokus dalam eksekusi yang presisi dan sempurna? atau jangan-jangan sebenarnya kita sudah waktunya untuk menciptakan metodologi kita sendiri demi bisa membantu tim kita untuk berjalan lebih cepat dan efisien?
Terlalu percaya diri bisa membuat kita terus mengalami kegagalan demi kegagalan tanpa sadar bahwa sebenarnya diri kita belum siap dan masih butuh bantuan dari orang lain. Sedangkan terlalu rendah diri akan membuat diri kita menjadi bosan, tidak termotivasi, karena kita hanya menggunakan sebagian kecil dari potensi kita, padahal dunia sedang menanti untuk kita bisa berkontribusi positif bagi mereka dengan segala potensi yang ada dalam diri kita.
Bagaimana cara mengetahui dimana fase kita sekarang? Belajar untuk jujur dengan diri sendiri dan lakukanlah evaluasi diri.
Apakah kita sudah bisa mengerjakan setiap task yang diberikan dengan sempurna tanpa revisi yang terlalu banyak?
Bila kita masih sering “miss” atau “ceroboh” dalam melakukan task yang dipercayakan, dan masih diperlukan revisi yang terlalu banyak, mungkin kita masih harus fokus di fase “Shu”, fase dimana kita fokus terhadap eksekusi dan mencari pengarahan yang sejelas mungkin dari senior atau atasan kita.
Bila kita sudah bisa mampu menyelasaikan setiap task dengan baik. Banyak kepercayaan baru yang diberikan ke kita, waktu yang dibutuhkan untuk kita mengeksekusi sebuah task semakin cepat. Ini mungkin waktunya untuk kita beralih ke fase “Ha”.
Apakah kita bisa melakukan setiap pekerjaan kita dengan baik dan mengerti alasan serta kegunaan dari setiap pekerjaan kita? Bila kita belum bisa mengerti mengapa kita mengerjakan suatu pekerjaan, masih terlalu fokus untuk “kerja” dan bukan “memahami” pekerjaan kita, berarti kita ada di fase “Ha”. Coba perlebar pengetahuan kita, pelajari teori dibalik setiap task yang diberikan kepada kita. Jangan hanya mengerjakan namun dalami konteks, bawa pengetahuan baru dan perspektif baru dalam menyelesaikan suatu masalah.
Bila kita sudah mampu memberikan alternatif solusi berbeda terhadap satu konteks tertentu, dan memahami setiap kelebihan dan kekurangan dari masing-masing alternatif, artinya kita sudah mampu untuk beralih ke fase selanjutnya yaitu “Ri”.
“Ri” adalah fase terakhir dan fase yang kompleks. Kita dituntut untuk membuat teori kita sendiri hasil akumulasi setiap pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Disini kesadaran diri menjadi suatu hal yang sangat berharga. Kadang ego kita membuat kita percaya bahwa suatu ide kita adalah hal yang terbaik, padahal nyatanya tidak demikian. Di fase ini kita dituntut untuk terus mengkritisasi diri sendiri dan mengembangkan pengetahuan kita terus. Kita juga memiliki tanggung jawab untuk bisa mendokumentasikan setiap pengetahuan dan hasil ekseperimentasi kita untuk dipelajari orang lain.
Karena hanya dengan demikian, hidup kita yang singkat mampu menjadi kontribusi positif bagi pekembangan umat manusia.

No Comments.